Pages

Selasa, 25 Februari 2014

Sinopsis Habibie & Ainun


SINOPSIS


Bacharuddin Jusuf Habibie yang biasa di panggil Rudy adalah seorang yang jenius yang sedang menyelesaikan kuliahnya di Jerman. Tapi Habibie tiba-tiba terserang penyakit TBC, akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ketika di Indonesia Habibie bertemu teman lamanya yaitu Hasri Ainun atau biasa di panggil Ainun. Habibie jatuh cinta pada Ainun. Akhirnya mereka menikah dan terbang ke Jerman. Dinginnya salju tak membuat Habibie putus asa dalam menyelesaikan kuliahnya.

Setelah lulus Habibie mengirim surat ke Pemerintah Indonesia bahwa dia sudah lulus kuliah S3 dan ingin mengabdikan dirinya untuk membuat pesawat terbang. Namun Pemerintah Indonesia selalu menolaknya. Habibie sangat sedih, namun Ainun menghiburnya. Akhirnya Habibie memutuskan untuk bekerja di salah satu industri Jerman. Sedangkan Ainun yang dulu bercita-cita menjadi dokter, akhirnya ia menjadi dokter anak. Selama di Jerman Habibie dan Ainun hidup bahagia. Mereka mempunyai 2 buah hati.

Ketika sedang bekerja, tiba-tiba Habibie dipanggil oleh Kedutaan Besar Indonesia di Jerman, bahwa dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto Indonesia sedang giat membangun. Indonesia akan mendukung Habibie untuk membuat pesawat terbang. Akhirnya Habibie kembali ke Indonesia meninggalkan Ainun di Jerman. Tapi kemudian Habibie menyuruh Ainun untuk menemaninya tinggal di Indonesia. Ketika sedang menyelesaikan proyek pembuatan pesawat terbang, Habibie di suap. Namun dia menolaknya. Pada tahun 1995 akhirnya Habibie berhasil menyelesaikan pembuatan pesawat terbang buatannya.

Pada tahun 1998 ketika Indonesia sedang dalam keadaan darurat, Presiden Soeharto mengundurkan diri. Setelah itu, Habibie diangkat menjadi Presiden Indonesia yang ke-3. Namun selama menjadi Presiden Habibie di fitnah, jika dia pernah melakukan korupsi saat menjadi Menteri. Selama menjadi Presiden Habibie selalu fokus kepada pekerjaannya, dan tidak memikirkan dirinya. Habibie dimarahi Ainun karena tidak menjaga kesehatannya. Habibie akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya, dan fokus pada keluarganya.

Setelah mengundurkan diri dari jabatannya, Habibie dan Ainun pergi ke Jerman untuk liburan. Sepulang dari liburan tiba-tiba Ainun mendadak sakit. Setelah di periksakan ke dokter, ternyata Ainun menderita penyakit kanker ovarium stadium 3. Habibie baru tahu penyakit tersebut, karena selama ini Ainun menyembunyikan penyakit tersebut darinya. Akhirnya Habibie pergi ke Jerman untuk mengobati penyakit Ainun. Namun setelah di operasi beberapa kali, kondisi Ainun tidak kunjung sembuh dan akhirnya Ainun meninggal. Habibie sangat sedih, namun dia tetap tabah menghadapinya


NILAI MORAL
Secara garis besar ada beberapa pelajaran moral yang dapat diambil dari novel atau film ini. Pelajaran moral atau didactical values itu sangat penting bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Pertama, pelajaran bagi para pemuda. Pemuda adalah aset bangsa yang sangat penting. Bagi generasi muda, film ini mampu mendorong generasi muda untuk memiliki semangat juang yang tinggi. Berjuang mempersiapkan masa depan dengan belajar keras meraih impian. Manusia Indonesia yang dianggap terbelakang ternyata memiliki seorang Habibie yang berotak brilian. Mengingat generasi muda saat ini lebih memilih hal-hal yang instan dan pramatis, film ini mampu menginspirasi mereka agar menjalani hidup dengan penuh semangat. Kesuksesan membutuhkan sebuah usaha keras dan sungguh-sungguh karena tidak ada kesuksesan tanpa sebuah perjuangan.
Kedua, pelajaran bagi para pejabat atau birokrat. Bangsa ini membutuhkan para birokrat atau penguasa yang jujur dan beretos kerja sebagai pelayan rakyat yang dipimpinnya. Kejujuran adalah bagian dari keteladanan yang harus ditanamkan, karena ketidak jujuran akan sangat merugikan rakyat yang dipimpin. Etos kerja adalah bagian dari ciri seorang pemimpin yang amanah. Karena dengan begitu amanah yang sudah diberikan dikerjakan seagaimana yang diharapkan. Tokoh Habibie bukan sekedar sebagai seorang yang jenius, tetapi juga seorang yang disiplin, jujur dan berdedikasi tinggi. Tokoh Habibie memberi contoh anti terhadap sogok menyogok. Tema ini menjadi sangat penting mengingat persoalan terbesar bangsa ini adalah persoalan suap menyuap pejabat di dalam birokrasi bangsa ini. Sikap tegas menolak sogokan mampu memberikan kritikan pedas kepada para birokrat yang rakus akan kekuasaan dan kekayaan.

Ketiga, pelajaran bagi para pengusaha. Kedudukan para penguasaha memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa ini. Keberadaan mereka memang sangat vital dalam membantu pemerintah menyediakan lapangan kerja ataupun menyelesaikan proyek-proyek besar penyediaan sarana umum di negeri ini. Di sinilah dibutuhkan sebuah kejujuran dan keterbukaan dalam kerjasama antara pemerintah dan pengusaha. Dengan begitu, dana rakyat yang dibelanjakan atas kerjasama itu tidak disalahgunakan karena kelicikan dan kerakusan para pengusaha yang hanya mencari untung. Seorang pengusaha yang jujur akan memberikan manfaat bagi banyak orang dalam pembangunan bangsa dan negera


NILAI ESTETIKA
1.     Novel “Habibie dan Ainun” ditulis langsung oleh Habibie semasa dia masih bersama dengan istrinya, Ainun. Novel tersebut diangkat langsung pengalaman pribadinya. Banyak pengarang yang berhasil menciptakan suatu buku sebagai kategori karya sastra. Tetapi masih sedikit yang mampu mencuplik kehidupan masyarakat dan berhasil memasukkannya ke dalam karyanya (sastra). Salah satu orang yang berhasil itu adalah Habibie dalam novelnya.
2.     Dalam novel “Habibie dan Ainun” dapat dilihat dengan jelas peneraan konteks sosial sastrawan. “Habibie dan Ainun” merupakan sebuah novel yang masuk dalam kategori romantik dilihat dari segi percintaan antara tokoh Habibie dan Ainun. Ini dapat menggambarkan bagaimana utuhnya kehidupan keluarga Habibie meskipun berbagai kesibukan masing-masing yang terjadi dalam keluarga itu. Ini mencerminkan keharmonisan keluarga Habibie dan Ainun yang tidak tersembunyi.

Tidak ada komentar: