SINOPSIS
Bacharuddin Jusuf Habibie yang biasa
di panggil Rudy adalah seorang yang jenius yang sedang menyelesaikan kuliahnya
di Jerman. Tapi Habibie tiba-tiba terserang penyakit TBC, akhirnya dia
memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ketika di Indonesia Habibie bertemu teman
lamanya yaitu Hasri Ainun atau biasa di panggil Ainun. Habibie jatuh cinta pada
Ainun. Akhirnya mereka menikah dan terbang ke Jerman. Dinginnya salju tak
membuat Habibie putus asa dalam menyelesaikan kuliahnya.
Setelah lulus Habibie mengirim surat
ke Pemerintah Indonesia bahwa dia sudah lulus kuliah S3 dan ingin mengabdikan
dirinya untuk membuat pesawat terbang. Namun Pemerintah Indonesia selalu
menolaknya. Habibie sangat sedih, namun Ainun menghiburnya. Akhirnya Habibie
memutuskan untuk bekerja di salah satu industri Jerman. Sedangkan Ainun yang
dulu bercita-cita menjadi dokter, akhirnya ia menjadi dokter anak. Selama di
Jerman Habibie dan Ainun hidup bahagia. Mereka mempunyai 2 buah hati.
Ketika sedang bekerja, tiba-tiba
Habibie dipanggil oleh Kedutaan Besar Indonesia di Jerman, bahwa dibawah
kepemimpinan Presiden Soeharto Indonesia sedang giat membangun. Indonesia akan
mendukung Habibie untuk membuat pesawat terbang. Akhirnya Habibie kembali ke
Indonesia meninggalkan Ainun di Jerman. Tapi kemudian Habibie menyuruh Ainun
untuk menemaninya tinggal di Indonesia. Ketika sedang menyelesaikan proyek
pembuatan pesawat terbang, Habibie di suap. Namun dia menolaknya. Pada tahun
1995 akhirnya Habibie berhasil menyelesaikan pembuatan pesawat terbang
buatannya.
Pada tahun 1998 ketika Indonesia
sedang dalam keadaan darurat, Presiden Soeharto mengundurkan diri. Setelah itu,
Habibie diangkat menjadi Presiden Indonesia yang ke-3. Namun selama menjadi
Presiden Habibie di fitnah, jika dia pernah melakukan korupsi saat menjadi
Menteri. Selama menjadi Presiden Habibie selalu fokus kepada pekerjaannya, dan
tidak memikirkan dirinya. Habibie dimarahi Ainun karena tidak menjaga
kesehatannya. Habibie akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya, dan fokus pada
keluarganya.
Setelah mengundurkan diri dari
jabatannya, Habibie dan Ainun pergi ke Jerman untuk liburan. Sepulang dari
liburan tiba-tiba Ainun mendadak sakit. Setelah di periksakan ke dokter,
ternyata Ainun menderita penyakit kanker ovarium stadium 3. Habibie baru tahu
penyakit tersebut, karena selama ini Ainun menyembunyikan penyakit tersebut
darinya. Akhirnya Habibie pergi ke Jerman untuk mengobati penyakit Ainun. Namun
setelah di operasi beberapa kali, kondisi Ainun tidak kunjung sembuh dan
akhirnya Ainun meninggal. Habibie sangat sedih, namun dia tetap tabah
menghadapinya
NILAI MORAL
Secara garis besar
ada beberapa pelajaran moral yang dapat diambil dari novel atau film ini.
Pelajaran moral atau didactical values itu sangat penting bagi generasi muda dan
masyarakat Indonesia pada umumnya.
Pertama, pelajaran
bagi para pemuda. Pemuda adalah aset bangsa yang sangat penting. Bagi generasi
muda, film ini mampu mendorong generasi muda untuk memiliki semangat juang yang
tinggi. Berjuang mempersiapkan masa depan dengan belajar keras meraih impian.
Manusia Indonesia yang dianggap terbelakang ternyata memiliki seorang Habibie
yang berotak brilian. Mengingat generasi muda saat ini lebih memilih hal-hal
yang instan dan pramatis, film ini mampu menginspirasi mereka agar menjalani
hidup dengan penuh semangat. Kesuksesan membutuhkan sebuah usaha keras dan
sungguh-sungguh karena tidak ada kesuksesan tanpa sebuah perjuangan.
Kedua, pelajaran bagi para pejabat atau birokrat.
Bangsa ini membutuhkan para birokrat atau penguasa yang jujur dan beretos kerja
sebagai pelayan rakyat yang dipimpinnya. Kejujuran adalah bagian dari
keteladanan yang harus ditanamkan, karena ketidak jujuran akan sangat merugikan
rakyat yang dipimpin. Etos kerja adalah bagian dari ciri seorang pemimpin yang
amanah. Karena dengan begitu amanah yang sudah diberikan dikerjakan seagaimana
yang diharapkan. Tokoh Habibie bukan sekedar sebagai seorang yang jenius,
tetapi juga seorang yang disiplin, jujur dan berdedikasi tinggi. Tokoh Habibie
memberi contoh anti terhadap sogok menyogok. Tema ini menjadi sangat penting
mengingat persoalan terbesar bangsa ini adalah persoalan suap menyuap pejabat
di dalam birokrasi bangsa ini. Sikap tegas menolak sogokan mampu memberikan
kritikan pedas kepada para birokrat yang rakus akan kekuasaan dan kekayaan.
Ketiga, pelajaran bagi para pengusaha. Kedudukan
para penguasaha memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa ini. Keberadaan
mereka memang sangat vital dalam membantu pemerintah menyediakan lapangan kerja
ataupun menyelesaikan proyek-proyek besar penyediaan sarana umum di negeri ini.
Di sinilah dibutuhkan sebuah kejujuran dan keterbukaan dalam kerjasama antara
pemerintah dan pengusaha. Dengan begitu, dana rakyat yang dibelanjakan atas
kerjasama itu tidak disalahgunakan karena kelicikan dan kerakusan para
pengusaha yang hanya mencari untung. Seorang pengusaha yang jujur akan
memberikan manfaat bagi banyak orang dalam pembangunan bangsa dan negera
NILAI ESTETIKA
1.
Novel “Habibie dan Ainun” ditulis
langsung oleh Habibie semasa dia masih bersama dengan istrinya, Ainun. Novel
tersebut diangkat langsung pengalaman pribadinya. Banyak pengarang yang
berhasil menciptakan suatu buku sebagai kategori karya sastra. Tetapi masih
sedikit yang mampu mencuplik kehidupan masyarakat dan berhasil memasukkannya ke
dalam karyanya (sastra). Salah satu orang yang berhasil itu adalah Habibie
dalam novelnya.
2.
Dalam novel “Habibie dan Ainun” dapat
dilihat dengan jelas peneraan konteks sosial sastrawan. “Habibie dan Ainun”
merupakan sebuah novel yang masuk dalam kategori romantik dilihat dari segi
percintaan antara tokoh Habibie dan Ainun. Ini dapat menggambarkan bagaimana
utuhnya kehidupan keluarga Habibie meskipun berbagai kesibukan masing-masing
yang terjadi dalam keluarga itu. Ini mencerminkan keharmonisan keluarga Habibie
dan Ainun yang tidak tersembunyi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar