Pages

Senin, 17 Juli 2017

raup keuntungan dengan click dan kesabaran

daripada kamu mengangur internetan gak jelas mending click https://www.startminer.com/931981
atau https://bitminer.io/2389872 dijamin work 100% emang keuntungannya lama sih perlu berbulan bulan dan cuman buat akun terus nunggu ato undang teman mirip mlm tapi bedanya ini modalnya cuman click dan beda dg situs lain ini kamu gak harus online terus sebulan sekali buka pun udah cukup. just info aja 1 bitcoin = 30jutaan(harga flukuatif) tergantung nilai pertukaran mata uang juga dan disitus itu sehari dapat 0.0006 tinggal dikali in belom lagi kalo bisa undang teman pendapatnya jadi lebih gede semoga bermanfaat

Selasa, 07 Februari 2017

naskah drama singkat jadilah diri sendiri

JADILAH DIRI SENDIRI
     BABAK 1

(Ketika semua sudah lengkap,maka narator masuk ke panggung dan mulai bercerita)
Narator         :”Alkisah terdapat seorang tukang batu yang pemalas,suka mengeluh dan selalu merasa tidak puas dengan dirinya sendiri”

Tukang batu :”aduh hari ini aku harus bekerja.Pasti nanti capek sekali.Enakan aku duduk-duduk dulu. (duduk di sebuah batu)
Batu                  :”(Bergerak-gerak)wadow…sakit tau!.(sambil marah-marah).Bau lagi !kentut ya? (sambil menutup hidung)
Tukang Batu :”(Terkejut dan takut)maaf cuman sedikit kok.Lho batu kok Bisa ngomong?
Batu                   :”Ini kan cuman drama”
Tukang batu :”O…….”
Batu                   :”awas..! (sambil mengancam)
(Tukang batu pun ketakutan lalu melihat-lihat sekeliling,mencari tempat untuk bersandar.Kemudian dia melihat pohon dibelakangnya)
Tukang batu  :”kebetulan ada pohon.bisa buat bersandar nih”
Pohon             :”aduuuuuhh.hati-hati dong.Jadi lecet nih.
Tukang batu  :”(terkejut)Lho kok pohon juga bisa ngomong”
Pohon             :”Wah menghina ya.Aku adalah pohon ajaib.Aku bisa melakukan apa saja.Bahkan aku bisa menyanyi dan menari.(menyombongkan diri)

Tukang Batu   ;”masak sih ?”(pertama-tama pohon menyanyi seriosa dan tukang batupun Menutup kupingnya karena suara pohon yang melengking dan jelek.Lalu mulai menari.Setelah selesai,tukang batu hanya bisa terkejut)

Bunga              :”hei…aku saja yang punya suara bagus dari tadi diam.Mau dengar suaraku ….mau request lagu apa penonton?

Tukang batu   :”oke,saya test suara kamu gimana kalau kamu nyanyi
                            Lagunya juwita lapar itu loh.Bukak banyak josss!
Bunga              :”yuk penonton kita nyanyi bersama-sama.musiiiikk….”
(akhirnya semua pada bernyanyi dan berjoged ria)
Tukang batu   :”diaaammmmmm.biar saya yang nyanyi…musiiikkk…”
Narator           :”sudah diam semua.kita lanjut ke babak berikutnya”

     BABAK  2
Narrator          : (ketika narrator masuk,semua menjadi patung dengan gaya yang aneh)
Tukang batu     :”wahhhh…panas sekali ya !(sambil sesekali mengipasi dirinya.Lalu mengusap keringatnya dengan sapu tangan dan tidak sengaja memerasnya di sebelah batu)

Narator            :” lalu angin datang dengan tiba-tiba,angin berhembus dengan kencang

tukang batu       :”kalian ngapain datang kesini?”

angin  1             :”kami cuma mau lewat,sambil mau menyapa para penonton.(sambil melambai-lambaikan tangan)”
angin 2             :”ya, lagi pula aku tadi lihat matahari disini, dan kamu juga kelihatan sangat kepanasan”

Tukang Batu     :”iya nich. Ini thu gara-gara matahari!”
  
Batu                   :”emang sich gara-gara matahari, tapi nggak pakek meres sapu tanganmu ke aku kaleee. Ini kan cuma boong-boongan tau.

Tukang batu     :”(pergi menjauh) Pemarah sekali batu itu.Tapi memang panas sekali.

Matahari           :”hih apaaan sih pada sewot aja deh.Iya betul memang saya dan hanya saya yang menyebabkan panas ini.

Angin 1             :” Ya kan, benar apa kata saya, mendingan kita di sini bisa ngademin kalian.”

Angin 2                  :”ya betul itu, jadikan kita di sini bisa berguna buat kalian semua.”

Matahari            :"udah ah kalian, pergi sana ganggu aja!!!”

Angin 1 & 2       :”hiiih, dasar egois. (pergi dengan muka cemberut)

Tukang batu     :”wah..enak sekali ya jadi matahari.Bisa memberi panas tapi dia sendiri tidak kepanasan.

Matahari           :”ya iyalah saya gituloh (sambil bergaya fungky)

Tukang batu     :”(berfikir lalu dapat ide).hmmmm….matahari,bagaimana kalau bertukar tempat saja.Aku menjadi matahari dan kamu menjadi tukang batu,bagaimana?

Matahari           :”(tampak berfikir).Bagaimana ya?oke,tapi ada syaratnya.”

Tukang batu     :”apaan syaratnya? (penasaran).”

Matahari           :”Kau harus beri aku sepiring nasi dan lauk pauknya.”

Tukang batu     :’’cuman itu?itu mah keciiillll”

Matahari           :”eittts tunggu dulu.Sepiring nasi dengan gulai,sate,soto,Ayam goreng,ayam bakar,ikan gurami,terus sama telor mata kucing yang melirik ke kiri.”

Tukang Batu      :”tapi mana ada telur mata kucing yang melirik ke kiri.Ayolah aku Cuma ingin merasakan jadi matahari.

Matahari             :”gimana ya. (sambil berfikir) ya mumpung saya lagi baik hati ya sudah lah cepet copot kostum kamu sekarang.

Narator               :”buat penonton jangan ngeres jangan yang aneh-aneh mikirnya lo ya.(Akhirnya matahari dan tukang batu berganti kostum).”
     BABAK 3

Narator               :”Akhirnya tukang batu itu menjadi matahari.Dan matahari Berubah menjadi tukang batu.”

Tukang batu       :”Asyikkk akhirnya aku bisa jadi matahari.”

Batu                     :”wadoow.Jangan dekat dekat dong! panas nih!jauh sana.”
(tukang batu pun takut dan menjauh kearah pohon)

Pohon                  :”hei..pergi sana jangan dekat-dekat.Panas nih.Kalau tidak
(pohon langsung berpose silat,meniru gaya seperti ular yang ingin mematuk)

Tukang batu       :’’Iya..iya dasar batu dan pohon pemarah.Ah sudahlah.Tapi enak sekali menjadi matahari.”

Narator               :”lalu datanglah sebuah awan hitam,yang terus mengejar matahari dan berdiri di depannya.Tukang batupun jengkel.”

Tukang batu      :”Hei..awan hitam.Panggunya kan masih luas.kenapa sih selalu didepanku?.”

Awan hitam       :”Hei..matahari,kamu tidak tahu siapa aku ya?Aku ini Awan hitam.Sebentar lagi aku akan menurunkan hujan.Makanya kamu harus sembunyi dulu.”

Tukang batu      :”O..begitu ya..ya sudah saya ngumpet dulu.”

Awan hitam       :”Cepetan dong..!”

Tukang batu      :”(berfikir)wah enak dong menjadi awan hitam.Eh awan Hitam mau tidak.Aku menjadi awan hitam dam kamu Menjadi matahari.Bagaimana?.”

Awan hitam        :”Hmmm..(menggeleng-geleng)Tidak. Bisa jadi .Yayaya”

Tukang batu      :”asikkk akhirnya bisa jadi awan hitam,Aku mau membuat hujan yang lebat..dan aku bisa berkuasa ha..ha..ha..!”

(Setelah awan hitam alias si tukang batu itu membuat hujan yang sangat deras.Tiba-tiba munculah petir)

Petir                   :”Ha..ha..ha”

Narator             :”Datanglah sang petir sambil mengeluarkan kekuatannya yang mengeluarkan bunyi ceter cetar membahana halau lalu lintar tar..tar…

(Akhirnya awan hitam alias si tukang batu saling beradu kekuatan mereka.
Si awan hitam alias tukang batu itu membuat hujan deras sederas derasnya.                               
Saking derasnya hujan yang dibuat awan hitam alias si tukang batu tersebut membuat bunga dan pohon tidak kuat menampung jumlah air yang banyak kemudian pohon dan bunga itu mati)

Tukang batu    :”Ha..ha..ha akulah yang berkuasa lihat bunga dan pohon kalian ini sangatlah lembek jauh jika dibanding saya.”

Petir                  :”Dasar kau ini tak berperi kemanusiaan”
Tukang batu    :”memangnya kamu sendiri berperi kepetiran?Sudah terbukti kalau kamu kalah.huuu cupu..!
Petir                 :’’Sombong..lihat saja nanti kamu bakal dapat pembalasan”.
(Lalu kemudian petir pergi meninggalkan awan hitam alias tukang batu tersebut).

Tukang batu   :”huuu syirik aja deh.Sekarang semua tumbuhan mati.Dan heiii…rupanya kamu masih hidup batu jelek.”

Batu                 :”Hai..awan hitam.Mikir dong! Aku kan batu.Lihat aku sangat kuat.(sambil memamerkan ototnya) Jadi aku tidak akan lecet sedikitpun.”

Tukang Batu   :”O..begitu ya.(berfikir).Hmmm..ngomong-ngomong batu,
Mau tidak kita tukaran tempat?.”

Batu                 :”Apa.(berteriak keras).Kamu fikir aku bodoh ya,bisa kamu suap seperti si matahari dan awan hitam.”

Tukang batu   :’’Ayolah.! Apapun syaratnya aku akan penuhi.”

Batu                 :”Tidak (masih marah dan berteriak).Enak saja !

Tukang batu   :”please..!”

Batu                 :’’Tidak”

Tukang batu   :”He..!! mau apa tidak (mencengkram kerah baju si batu)

Batu                 :’’Eh..iya deh kalau begitu.Jangan marah dong.
(merayu si tukang batu)Ya sudah kamu jadi batu..silahkan”

Tukang batu   :”Pergi sana..!Awas ya kembali lagi.(lalu si batu pergi)
Asikk sekarang aku menjadi batu yang perkasa”

(Tak lama kemudian datanglah,si tukang batu alias si matahari)

Matahari          :”Wah..hari yang sangat cerah untuk memulai pekerjaanku Sebagai tukang batu.Nah kebetulan banyak batu disini.

(Matahari mulai memukul batu dengan palunya)
Tukang batu    :’’aduuuuhh matahari…kenapa memukul aku?”

Matahari          :”kamu ini gimana tho..katanya tukeran, terus aku kau suruh jadi tukang batu.Berarti pekerjaanku ya memecah batu.”

Tukang batu    :”O……tapi aku mati dong!”.

Matahari          :”Ya terserah kaulah.Siapa suruh kamu jadi batu.(terus memukul lagi)

Tukang batu    :”Tunggu..!Aku mau jadi tukang batu lagi kalau begitu.Tukeran lagi ya?

Matahari          :”O…tidak bisa..(terus memukul-mukul)

Tukang batu    :”lontong …lontong..lontong….ibu narator kemana sih.Bu ..Ibu narator.”Oh tuhan tolonglah aku janganlah kau Biarkan diriku dipukuli terus begini…houwoo".(nyanyi lagu Derby.R)

Matahari           :”sudah diam..berisik gak usah nyanyi deh!!”

Tukang batu     :”Bu lama sekali sih.Tutup acaranya dong.Saya dipukulin
terus nih.Tolong..!

Narator              :”Iyaaaaa…cerewet amat sih,siapa suruh gak puas jadi diri  
                             sendiri.Itulah akibatnya.”


apa itu ektasi


Ekstasi adalah Narkoba dalam bentuk pil/tablet atau kapsul. Ekstasi memaksa tubuh melakukan aktivitas yang berlebihan diluar kemampuan. Ekstasi dikenal juga dengan nama :ineks,kancingdll.


Gejala dan akibat yang biasanya ditimbulkan oleh penggunaan ekstasi antara lain :
  1. Kehausan,
  2. Tidak bisa diam,
  3. Menggigil / ketagihan,
  4. Kepala digoyang - goyangkan (gedeg)
  5. Hilang nafsu makan,
  6. Sakit kepala,
  7. Diare atau sakit perut,
  8. Mual dan muntah,
  9. Denyut jantung cepat,
  10. Syaraf otak rusak.

Dan kebanyakan pengguna ekstasi yang mengalami ketagihan dan akhirnya meninggal dunia karena keracunan dan kerusakan organ tubuh seperti :
  1. Ginjal,
  2. Lever,
  3. Jantung,
  4. Otak,
  5. Alat pencernaan.


Ekstasi adalah salah satu obat bius yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul. Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi. Sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak.
Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang amat sangat.Tergolong jenis zat psikotropika, dan biasanya diproduksi secara illegal di laboratorium dan dibuat dalam bentuk tablet dan kapsul. Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekeringan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama.
Nama aslinya methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Jenisnya antara lain yaitu gold river, coconut dan kristal. Sekarang ada yang berbentuk tablet.Obat ini dapat di temukan dalam bentuk kristal dan obat ini tidak mempunyai warna maupaun bau, maka ia di sebut dengan kata lain yaitu Ice. Obat ini juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf.



                                  

DESKRIPSI TARIAN ZAPIN

DESKRIPSI TARIAN ZAPIN
Pengertian Tarian Zapin
Tarian Zapin merupakan salah satu dari pada berbagai jenis tarian Melayu yang masih ada hingga sekarang. Tarian Zapin berasal dari perkataan Arab yaitu “Zaffan” yang artinya penari dan “Al-Zapin” yang artinya gerak kaki. Tarian ini diilhamkan oleh peranakan Arab dan diketahui berasal dari Yaman. Mengikuti sejarah Tarian Zapin, pada mulanya tarian ini adalah sebagai tarian hiburan di istana. Setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang Arab pada awal abad ke-16, Tarian Zapin ini kemudiannya merebak ke negeri-negeri sekitar Johor seperti di Riau, Singapura, Sarawak dan Brunei Darusalam. Tarian Zapin diperkenalkan di Pekanbaru oleh seorang songkok yang berasal dari Sumatra yang bernama Adam sekitar tahun 1930-an. Namun tarian ini sangat popular di Pekanbaru pada tahun 1950-an dan 1960-an terutama di kampung Tanjung Gemuk dan kampung Lamir.
Contoh-contoh Tarian Zapin:
     Zapin Melayu Johor
     Zapin Pulau
     Zapin Arab
     Zapin Singapura
     Zapin Lancang Kuning
     Zapin Tempurung
     Zapin Nelayan
     Zapin Nasib Lancang Kuning
Pakaian Didalam Tarian Zapin
            Sungguhpun Tarian Zapin mempunyai pengaruh Arab-Parsi, tetapi dari segi pakaian penari-penari memakai pakaian Melayu selengkapnya yaitu bagi laki-laki berkain samping, memakai baju teluk belanga, cekak musang, memakai kain sarung tenunan siak, dan bersongkok sedangkan wanita memakai kurung, kain sarong, kebaya panjang, hiasan kembang goyang untuk sanggul, gelang atau dukuh.
          Alat Musik Pengiring Tarian Zapin
Alat musik utama yang digunakan untuk mengiringi Tarian Zapin adalah gambus, rebana, gendang dan marwas tetapi, untuk Zapin Arab hanya menggunakan alat musik berupa Marwas dan Gambus. Petikan gambus untuk membawakan lagu sedangkan rentak gendang / rebana menentukan retak dan pecahan tari. Lagu-lagu pengiring tarian Zapin pertama kali diciptakan oleh Tengku Mansor dan dinyanyikan oleh istrinya Cik Norlia yang berasal dari Singapura. Beberapa lagu yang diciptakannya adalah: Ya Salam, Yale-Yale, Tanjung Serindit, Sri Pekan, Lancang Kuning, Gambus Palembang, dan Lancang Daik. Contoh lagu-lagu pengiring tarian Zapin lainnya adalah: Nasib Lancang Kuning, Pulut Hitam, Bismillah, Sanaah, Saying Sarawak, Lancing Balai, Anak Ayam Patah, Zapin Asli, Gendang Rebana, dll.
E. Gerak-Gerak Dalam Tarian Zapin
Gerak-gerak dalam Tarian Zapin antara laki-laki dan perempuan adalah sama, yang membedakan hanyalah gerak tangannya saja.
Gerak-gerak dalam Tarian Zapin:
Tahto 1
Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini merupakan gerak yang ditampilkan diawal-awal Tarian Zapin. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada awal dan akhir Tarian Zapin. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.
Tahto 2
Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini selalu dilakukan setelah gerak Tahto 1. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu diawal dan diakhir setelah gerak Tahto1. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.
Tahto 3
Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini selalu dilakukan setelah gerak Tahto 2. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali juga yaitu diawal dan diakhir setelah gerak Tahto 2. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.
Bebas
Gerak ini merupakan gerak yang selalu ditampilkan dalam Tarian Zapin. Gerak ini dilakukan diantara gerak-gerak yang lain, ada yang sebanyak 1 kali maupun sebanyak 2 kali. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.
Shut
Gerak ini bermakna Mendahulukan sikap adil dan sabar dengan keseimbangan . Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas yang sebelumnya adalah gerak Tahto 3. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu Shut maju dan Shut mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1 kali.

Siku Keluang
Gerak ini bermakna Dinamis kehidupan. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 2 kali yang sebelumnya adalah gerak Shut maju mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1 kali.
Mata Angin
Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 1 kali yang sebelumnya adalah gerak Siku Keluang maju mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 1 kali. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan.
Titik Batang
Gerak ini bermakna Bahwa keteguhan hati dan keterampilan dalam menghadapin cobaan. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 2 kali yang sebelumnya adalah gerak Mata Angin. Gerak ini Dilakukan sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur dimana diantara gerak Titik Batang maju dan mundur itu terdapat 1 kali gerak bebas yang memisahkan gerak itu. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1 kali.
Pusing Tengah
Gerak ini bermakna Kepedulian terhadap lingkungannya. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 2 kali yang sebelumnya adalah gerak Titik Batang maju mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali


BIOGRAFI TAUFIK ISMAIL

BIOGRAFI TAUFIK ISMAIL
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqAcnyjyaculsslOsYF3alh-B0y_8iY94Qr-SopdKP2gPYeooUGD7lFSrDgohC0V-PY2fMaxr01RHZ7eUtHvJSH5L1DPrOb402g_etZDcFRm3BcOznYh89L0f-e3kFMqRB9ZYJAF0OFjSY/s320/picture1-202x300.jpg


Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Masa kanak-kanak sebelum sekolah dilalui di Pekalongan. Ia pertama masuk sekolah rakyat di Solo. Selanjutnya, ia berpindah ke Semarang, Salatiga, dan menamatkan sekolah rakyat di Yogya. Ia masuk SMP di Bukittinggi, SMA di Bogor, dan kembali ke Pekalongan. Pada tahun 1956–1957 ia memenangkan beasiswa American Field Service Interntional School guna mengikuti Whitefish Bay High School di Milwaukee, Wisconsin, AS, angkatan pertama dari Indonesia
Ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia (sekarang IPB), dan tamat pada tahun1963. Pada tahun 1971–1972 dan 1991–1992 ia mengikuti International Writing Program, University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Ia juga belajar pada Faculty of Languange and Literature, American University in Cairo, Mesir, pada tahun 1993. Karena pecah Perang Teluk, Taufiq pulang ke Indonesia sebelum selesai studi bahasanya.

Semasa mahasiswa Taufiq Ismail aktif dalam berbagai kegiatan. Tercatat, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FKHP UI (1960–1961) dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (1960–1962).
Ia pernah mengajar sebagai guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964). Karena menandatangani Manifes Kebudayaan, yang dinyatakan terlarang oleh Presiden Soekarno, ia batal dikirim untuk studi lanjutan ke Universitas Kentucky dan Florida. Ia kemudian dipecat sebagai pegawai negeri pada tahun 1964.

Taufiq menjadi kolumnis Harian KAMI pada tahun 1966-1970. Kemudian, Taufiq bersama Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arief Budiman mendirikan Yayasan Indonesia, yang kemudian juga melahirkan majalah sastra Horison (1966). Sampai sekarang ini ia memimpin majalah itu.
Taufiq merupakan salah seorang pendiri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) (1968). Di ketiga lembaga itu Taufiq mendapat berbagai tugas, yaitu Sekretaris Pelaksana DKJ, Pj. Direktur TIM, dan Rektor LPKJ (1968–1978). Setelah berhenti dari tugas itu, Taufiq bekerja di perusahaan swasta, sebagai Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia (1978-1990).

Pada tahun 1993 Taufiq diundang menjadi pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malaysia.
Sebagai penyair, Taufiq telah membacakan puisinya di berbagai tempat, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Dalam setiap peristiwa yang bersejarah di Indonesia Taufiq selalu tampil dengan membacakan puisi-puisinya, seperti jatuhnya Rezim Soeharto, peristiwa Trisakti, dan peristiwa Pengeboman Bali.

Hasil karya:

1. Tirani, Birpen KAMI Pusat (1966)
2. Benteng, Litera ( 1966)
3. Buku Tamu Musium Perjuangan, Dewan Kesenian Jakarta (buklet baca puisi) (1972)
4. Sajak Ladang Jagung, Pustaka Jaya (1974)
5. Kenalkan, Saya Hewan (sajak anak-anak), Aries Lima (1976)
6. Puisi-puisi Langit,
Yayasan Ananda (buklet baca puisi) (1990)
7. Tirani dan Benteng, Yayasan Ananda (cetak ulang gabungan) (1993)
8. Prahara Budaya (bersama D.S. Moeljanto), Mizan (1995)
9. Ketika Kata Ketika Warna (editor bersama Sutardji Calzoum Bachri, Hamid Jabbar, Amri Yahya, dan Agus Dermawan, antologi puisi 50 penyair dan repoduksi lukisan 50 pelukis, dua bahasa, memperingati ulangtahun ke-50 RI), Yayasan Ananda (1995)
10. Seulawah — Antologi Sastra Aceh (editor bersama L.K. Ara dan Hasyim K.S.), Yayasan Nusantara bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Khusus Istimewa Aceh (1995)
11. Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Yayasan Ananda (199 8)
12. Dari Fansuri ke Handayani (editor bersama Hamid Jabbar, Herry Dim, Agus R. Sarjono, Joni Ariadinata, Jamal D. Rahman, Cecep Syamsul Hari, dan Moh. Wan Anwar, antologi sastra Indonesia dalam program SBSB 2001), Horison-Kakilangit-Ford Foundation (2001)
13. Horison Sastra Indonesia, empat jilid meliputi Kitab Puisi (1), Kitab Cerita Pendek (2), Kitab Nukilan Novel (3), dan Kitab Drama (4) (editor bersama Hamid Jabbar, Agus R. Sarjono, Joni Ariadinata, Herry Dim, Jamal D. Rahman, Cecep Syamsul Hari, dan Moh. Wan Anwar, antologi sastra Indonesia dalam program SBSB 2000-2001, Horison-Kakilangit-Ford Foundation (2002)

Karya terjemahan:
1. Banjour Tristesse (terjemahan novel karya Francoise Sagan, 1960)
2. Cerita tentang Atom (terjemahan karya Mau Freeman, 1962)
3. Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam (dari buku The Reconstruction of Religious Thought in Islam, M. Iqbal (bersama Ali Audah dan Goenawan Mohamad), Tintamas (1964)

Atas kerja sama dengan musisi sejak 1974, terutama dengan Himpunan Musik Bimbo (Hardjakusumah bersaudara), Chrisye, Ian Antono, dan Ucok Harahap, Taufiq telah menghasilkan sebanyak 75 lagu.

Ia pernah mewakili Indonesia baca puisi dan festival sastra di 24 kota di Asia, Amerika, Australia, Eropa, dan Afrika sejak 1970. Puisinya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa, Sunda, Bali, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Cina.

Kegiatan kemasyarakatan yang dilakukannnya, antara lain menjadi pengurus perpustakaan PII, Pekalongan (1954-56), bersama S.N. Ratmana merangkap sekretaris PII Cabang Pekalongan, Ketua Lembaga Kesenian Alam Minangkabau (1984-86), Pendiri Badan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya (1985) dan kini menjadi ketuanya, serta bekerja sama dengan badan beasiswa American Field Service, AS menyelenggarakan pertukaran pelajar. Pada tahun 1974–1976 ia terpilih sebagai anggota Dewan Penyantun Board of Trustees AFS International, New York.

Ia juga membantu LSM Geram (Gerakan Antimadat, pimpinan Sofyan Ali). Dalam kampanye antinarkoba ia menulis puisi dan lirik lagu “Genderang Perang Melawan Narkoba” dan “Himne Anak Muda Keluar dari Neraka” dan digubah Ian Antono). Dalam kegiatan itu, bersama empat tokoh masyarakat lain, Taufiq mendapat penghargaan dari Presiden Megawati (2002).

Kini Taufiq menjadi anggota Badan Pertimbangan Bahasa, Pusat Bahasa dan konsultan Balai Pustaka, di samping aktif sebagai redaktur senior majalah Horison.

Anugerah yang diterima:

1. Anugerah Seni dari Pemerintah RI (1970)
2. Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977)
3.South East Asia (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand (1994)
4. Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994)
5. Sastrawan Nusantara dari Negeri Johor,
Malaysia (1999)
6. Doctor honoris causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (2003)

Taufiq Ismail menikah dengan Esiyati Yatim pada tahun 1971 dan dikaruniai seorang anak laki-laki, Bram Ismail. Bersama keluarga ia tinggal di Jalan Utan Kayu Raya 66-E, Jakarta 13120


ALIRAN IMPREALISME

ALIRAN IMPREALISME
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9OoS6-CeMQeM3utdVMzeVzRcktSebdzTc3cLgG-qRf33NoDNT-9DhDUiXr2BxsTB9pWQ3alLhTUQh0DGzZvfMuZBX9vjTRRy9FHQSikZwhlDvhbIWHxpWAcpFcsvYKosgRE9Nnc3owkM/s640/m2.jpg
Judul Lukisan: Lady In The Garden

Karya:Claudy Monet

Sumber: http://cericerichan.blogspot.com/2013/05/menatap-alam-lewat-goresan-tangan.html
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmpxnNCA0nE503M7DsXcv8scM0qvEqFfAB8-0C5cLaDPO_SC7F57vlaPO-MbdSvMJfuD9Tt_6HNqAsAvncaMTZq10bo5_OfIy5Y7KEQgKfEHFwq8XdQrqTssCwIvThHMCauHVZ5KqxshE/s640/m7.jpg
Judul Lukisan:
Karya: Claudy Monyet
Sumber: http://cericerichan.blogspot.com/2013/05/menatap-alam-lewat-goresan-tangan.html
ALIRAN EKSPRESIONISME
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRyAzclDmLwd5CGh3VSGLLf1YTTqCi3XLwFLP-ksYD7vbeCGX-Bij1mbPVlHwVyi-QXzNbF1NHQ8WGg3AYkHBHsQ-OhtHh3ttjGXpkV1CNKwH7Q896OCb5Os3hYBs0O3cqrkP7gaSI1tqs/s400/Affandi,+At+the+Cockfight,+120+x+136.5+cm,+1964+%28$155,348+-+$207,130%29-christie+gallery.jpg
Judul Lukisan: At the Cockfight
Karya: Affandi
Sumber: http://lelang-lukisanmaestro.blogspot.com/2011/07/lukisan-karya-afandi.html
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2MxaLiHEOuNvOvJGXiQYqKUUK6PvCFnBh6Rzr8Sy61-qNBQl2rt1dmxojM0B05pZFqurZQtOPoK6lbbdNriGSAWzdA6nLYKcnh20N4Bf6nxlphmN1fOKbAmbmcFmyhpsAjRnV3VxnVwkd/s400/Affandi,+Crabs+and+Watermelon,+99+x+120+cm,+1962+%28$64,450+-+$103,120%29-christie+gallery.jpg
Judul Lukisan: Crabs and Watermelon
Karya: : Affandi
Sumber: http://lelang-lukisanmaestro.blogspot.com/2011/07/lukisan-karya-afandi.html
          ALIRAN FAUVISME
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2FdSZbNuJnegie1vLQSl0Hxk46dYkHABKYM-EQOIpg6Kl8-2aAZOjLqcYliGDyw8GkpevIz6S_Tfuzq8U_pn6EIava-xjE_kmPeYkwtBNPjuatTEzluGrphFSH2DGHsVKGtzT-bPN1-dK/s320/fv3.PNG
Judul Lukisan:
Karya:Henry Matise
Sumber: http://sikatxdesign.blogspot.com/2012/11/aliran-fauvisme.html
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR5GN-qChi4giMW2MU4WgCIam0qfDneAYhZAi6SR1cfg7AzFC-x3vRbDHa_Jb2Nj3ueaYQ1vMxfxB20AZUvlQOVlaFx4WrgLpw_cC3xeo9kJrIrwxiYfo9YJyvcgh-VeDVMMAlsaiLQUWT/s320/fv5.PNG
Judul Lukisan:
Karya:Henry Matise
Sumber: http://sikatxdesign.blogspot.com/2012/11/aliran-fauvisme.html
ALIRAN KUBISME
http://i50.tinypic.com/evc77k.png
Judul Lukisan: Still Life
Karya: Pablo Picasso
Sumber: http://sikatxdesign.blogspot.com/2012/11/kubisme.html
http://i45.tinypic.com/41h10.png
Judul Lukisan: weeping”
Karya:Pablo Picasso
Sumber: : http://sikatxdesign.blogspot.com/2012/11/kubisme.html
ALIRAN ABSTRAK
Affandi,+kebun+cengkeh,+145cm+X+100cm,+1
Judul Lukisan: Kebun Cengkeh
Karya:Affandi
Sumber: http://tedysoetarno.mywapblog.com/lukisan-lukisan-karya-afandi-yg-super-ke.xhtml
Affandi,+Ayam+tarung,+91cm+X+136cm,+1979
Judul Lukisan: Ayam tarung
Karya:Affandi
Sumber: http://tedysoetarno.mywapblog.com/lukisan-lukisan-karya-afandi-yg-super-ke.xhtml