Pages

Selasa, 10 Maret 2015

KELANGKAAN AIR BERSIH DI INDONESIA


                                                                                                                                                       

 


Permasalahan krisis air bersih di Indonesia tidak hanya terjadi pada satu daerah saja namun di beberapa daerah di Indonesia juga sering mengalami kelangkaan air bersih. Dilihat dari peta bumi dan geografinya, Indonesia seharusnya tidak terlalu khawatir terhadap krisis air bersih karena hampir sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan, sekitar enam persen persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik dimiliki oleh Indonesia. Ratusan sungai dan danau tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, diperkirakan bahwa cekungan air yang terdapat di Indonesia sebesar 308 juta meter kubik. Yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa pada saat ini di Indonesia banyak terjadi krisis air bersih terutama di kota-kota besar? Hal ini terjadi disebabkan oleh berkurangnya potensi ketersediaan air bersih, yang dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan sebesar 15%-35% per kapita setiap tahunnya (Indonesia Natural Environtment Status Book, 2009).
PENYEBAB KELANGKAAN AIR BERSIH :
1.       Pencemaran sungai
Pencemaran sungai merupakan salah satu penyebab utama kelangkaan air bersih. Pada dasarnya pencemaran air sungai merupakan kelalaian manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pembuangan limbah-limbah rumah tangga, sampah dan limbah industri menjadi faktor penyebab pencemaran air sungai.

2.       Pengundulan Hutan
Pepohonan merupakan penyaring air terbaik di alam, dengan penebangan pohon sembarangan dan penggundulan hutan dapat menyebabkan pasokan air tanah menjadi sedikit. Dan hal ini yang menyebabkan kekeringan serta kelangkaan air pada musim kemarau.

3.       Populasi Penduduk Yang semakin meningkat
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia sehingga menyebabkan  kebutuhan air bersih yang semakin banyak sedangkan pasokan dan pengolahan air bersih belum optimal, ini merupakan faktor lain penyebab kelangkaan airbersih.
4.       Lahan Resapan Air Yang Semakin Sempit
Populasi penduduk yang semakin meningkat akan berbanding lurus dengan kebutuhan tempat tinggal. Pemenuhan kebutuhanakan tempat tinggal mengakibatkan sawah, kebun, atau tanah kosong yang awalnya menjadi area penyerapan air kini tidak lagi.
Kelangkaan air memiliki berbagai dampak negatif bagi lingkungan. Penggunaan air yang berlebih terkait erat dengan kasus kelangkaan air. Kelangkaan air menyebabkan peningkatan kadar garam tanah, pencemaran nutrisi, hilangnya rawa, dan penyusutan tepi sungai.  Sesama lebih dari seratus tahun yang lalu, lebih dari setengah lahan basah di bumi telah hilang. Lahan basah seperti rawa dan tepi sungai merupakan habitat yang penting bagi mamalia, burung, ikan, amfibi, dan invertebrata, juga bagi manusia karena berbagai jenis lahan pertanian (seperti sawah) dibangun di atas lahan basah. Lahan basah juga berfungsi sebagai penyaring air dan perlindungan dari banjir.Laut Aral merupakan contoh kasus di mana kelangkaan air akibat irigasi berlebihan menyebabkan suplai air ke lokasi ini terhenti, menyebabkan hilangnya 58 ribu kilometer persegi perairan, dan salinisasi tanah terjadi sepanjang tiga dekade terakhir.
PENANGGULANGAN KELANGKAAN AIR BERSIH
1.       Membuang Sampah pada Tempatnya
Kata-kata tersebut memang terdengar klise, namun hanya itulah salah satu kunci dari penanggulangan kelangkaan air.Pembuangan limbah-limbah rumah tangga seperti air detergen ke sungai akan membuat ekosistem makhluk hidup di dalam air menjadi tidak seimbang atau mungkin akan musnah
2.       Membuat Daerah Resapan Air
Salah satu cara untuk menjaga dan melestarikan air bersih adalah dengan menyediakan tempat / daerah khusus resapan air.Daerah resapan air ini bisa berupa kebun-kebun yang ditanami berbagai pepohonan. Pohon merupakan salah satu penyaring alam terbaik untuk menjaga Kelestarian air bersih.

Tidak ada komentar: