Bangunan ini pada masa lalu sebenarnya memiliki nama benteng van den bosch yang berad di lokasi desa Pelem, Ngawi, Ngawi, Jawa Timur. Sebutan benteng pendem diberikan karena bangunan benteng pertahanan pasukan Belanda di bawah pimpinan Johannes Van den Bosh ini dibangun di bawah permukaan tanah dan hampir seluruh bangunan tidak terlihat dari kejauhan.
Situs peninggalan sejarah ini saat ini dijadikan oleh masyarakat sekitar sebagai salah satu obyek wisata sejarah yang berada di Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Lokasinya saat ini berada berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan dan alun kota ngawi. biaya masuknya pun ngak terlalu mahal Rp5.000 per orang. tapi bisa juga sih lewat pintu belakang yang berseberangan dengan sungai bengawan solo, tapi saran saya jangan coba-coba deh soalnya benteng ini dijaga sama TNI karna emang sebelah sama kompi
Adalah Kyai Muhammad Nursalim, seorang ulama besar di Ngawi sekaligus pejuang dari kubu Pangeran Diponegoro orang yang diyakini meninggal dan dimakamkan di tempat tersebut.
Menurut cerita yang melegenda di masyarakat Jawa Timur, Muhammad Nursalim adalah seorang ulama dengan kesaktian kanuragan yang ia miliki. Entah ajian kekebalan apa yang ia miliki namun banyak orang yang mengatakan bahwa beliau kebal dari senjata dan termasuk senjata api.
Karena itulah kemudian pasukan belanda menangkap dan membawa beliau ke markas mereka sebagai tahanan. Tak lama dari peristiwa tersebut terdengar kabar bahwa Kyai Muhammad Nursalim telah meninggal dalam tahanan karena dikubur hidup-hidup di salah satu bangunan utama benteng pendem.
Selain keberadaan makam Kyai Muhammad Nursalim di lokasi ini juga terdapat sumur tua yang konon dulunya digunakan oleh pasukan Belanda sebagai tempat pembuangan mayat para pekerja rodi yang dimanfaatkan sebagai pekerja dalam pembangunan benteng tersebut.
lah malah jadi cerita serem!! maksudnya sih biar hati-hati aja saat dibenteng ini soalnya bentengnya lumayan angker gaes ada yg bilang kalo malem ada teriakan minta tolong, terus, ada suara jeritan, sampe yg mendesah pun ada. ada juga katanya ada manusia kelewarnya tapi itu semua katanya loh gaes saya pun tidak tau karna saya sendiri kesininya siang, membutuhkan waktu 3 jam untuk dari rumah saya terus saya disini sejam doang terus pulang. . :( lama perjalananya dari pada diobjek wisatanya tapi ngak gaes itung2 touring.
nih gaes hasil selfienya :
Credit: youtube.com/watch?v=deMSyI7VqMo
Bangunan yang dibangun tahun 1839 dan selesai pada tahun 1845 tersebut dulunya merupakan markas besar pasukan Belanda sekaligus sebagai benteng pertahanan dari perlawanan pasukan Pangeran Diponegoro. Beberapa bangunan yang terdapat di dalamnya diantaranya digunakan sebagai ruang pimpinan, pasukan, ada pula yang berfungsi sebagai gudang amunisi.Situs peninggalan sejarah ini saat ini dijadikan oleh masyarakat sekitar sebagai salah satu obyek wisata sejarah yang berada di Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Lokasinya saat ini berada berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan dan alun kota ngawi. biaya masuknya pun ngak terlalu mahal Rp5.000 per orang. tapi bisa juga sih lewat pintu belakang yang berseberangan dengan sungai bengawan solo, tapi saran saya jangan coba-coba deh soalnya benteng ini dijaga sama TNI karna emang sebelah sama kompi
Makam Misterius
Sebuah makam tua yang terdapat di dalam area benteng pendem merupakan tanda bahwa adanya seseorang yang dimakamkan di tempat tersebut.Adalah Kyai Muhammad Nursalim, seorang ulama besar di Ngawi sekaligus pejuang dari kubu Pangeran Diponegoro orang yang diyakini meninggal dan dimakamkan di tempat tersebut.
Menurut cerita yang melegenda di masyarakat Jawa Timur, Muhammad Nursalim adalah seorang ulama dengan kesaktian kanuragan yang ia miliki. Entah ajian kekebalan apa yang ia miliki namun banyak orang yang mengatakan bahwa beliau kebal dari senjata dan termasuk senjata api.
Karena itulah kemudian pasukan belanda menangkap dan membawa beliau ke markas mereka sebagai tahanan. Tak lama dari peristiwa tersebut terdengar kabar bahwa Kyai Muhammad Nursalim telah meninggal dalam tahanan karena dikubur hidup-hidup di salah satu bangunan utama benteng pendem.
Selain keberadaan makam Kyai Muhammad Nursalim di lokasi ini juga terdapat sumur tua yang konon dulunya digunakan oleh pasukan Belanda sebagai tempat pembuangan mayat para pekerja rodi yang dimanfaatkan sebagai pekerja dalam pembangunan benteng tersebut.
lah malah jadi cerita serem!! maksudnya sih biar hati-hati aja saat dibenteng ini soalnya bentengnya lumayan angker gaes ada yg bilang kalo malem ada teriakan minta tolong, terus, ada suara jeritan, sampe yg mendesah pun ada. ada juga katanya ada manusia kelewarnya tapi itu semua katanya loh gaes saya pun tidak tau karna saya sendiri kesininya siang, membutuhkan waktu 3 jam untuk dari rumah saya terus saya disini sejam doang terus pulang. . :( lama perjalananya dari pada diobjek wisatanya tapi ngak gaes itung2 touring.
nih gaes hasil selfienya :
![]() |
arsitekturnya model barat gaes. kayak di rome![]() |
![]() |
| nih sama ibu pkk ngak tau darimana dan gambar dibelakang itu van de bosch |
giamana gaes lumayan keren kan. aslinya disini juga ada pohon tinggi banget yang akar2nya nyatu sama dinding dan lantai, asli keren deh. tapi sayang ngak foto soalnya rame banget yg foto di situ ada lagi foto pre-wedding lagi.okeh deh sampai disini aja catatan saya.
NOTE : bagus enggaknya fotoitu tergantung elu sendiri





Tidak ada komentar:
Posting Komentar