K.D.4.3 : Contoh
demokrasi dalam kebersihan lingkungan di sekolah :
Tujuan Demokrasi Kebersihan Lingkungan
Menciptakan
kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran
warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut
bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan
pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan
utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya
lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan
norma-norma dasar yang antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan,
kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya
alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah
terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan,
dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus
secara komperensif.
INDIKATOR DAN
KRITERIA PROGRAM demokrasi lingkungan sekolah
A. Pengembangan
Kebijakan demokrasi kebersihan lingkungan sekolah
Untuk
mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan
beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan
pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan
prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan b e r k e l a n
j u t a n .
Pengembangan
kebijakan sekolah tersebut antara lain:
- 1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
- 2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
- 3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan non-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
- 4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
- 5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan s e k o l a h yang bersih dan sehat.
- 6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
B. Pengembangan
Kegiatan Berbasis Partisipatif
Untuk
mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu
dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu
sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan
berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat
maupun lingkungannya.
Kegiatan-kegiatan tersebutantara lain:
- 1. Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis patisipatif di sekolah.
- 2. Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
- 3. Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
C. Pengelolaan
dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah
Dalam
mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana
dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain
meliputi:
- 1. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
- 2. Peningkatan kualitas penge-lolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
- 3. Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK).
- 4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
- 5. Pengembangan sistem pengelolaan sampah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar