Pages

▼

Jumat, 08 Mei 2015

anime tahun 2000an



Mari Ber-Nostalgia Sama Anime Tahun 2000an
Hey-hey kawan saya yakin kalian pasti dulu waktu kecil suka nonton kartun(anime) di minggu pagi sampe siang. wah serasa itu masa-masa paling indah deh waktu SD J. Tapi sekarang mah beda, anime udah ngak ada lagi anime di minggu pagi kalo ada juga enggak sebanyak dulu bahkan. anime sekarang  mah banyak adegan yang di skip ama disensor jadi udah enggak seru lagi L. Nah kawan sekarang saya mau aja kalian nostalgia sama anime waktu kita kecil, berikut daftar anime yang sempat populer di tahun 2000an :
1.     DORAEMON
 
Doraemon, salah satu anime yang tidak ada matinya alias everlasting anime. Bayangkan, sejak saya masih anak-anak hingga sekarang, anime ini masih ditayangkan dan terkenal di hampir seluruh negara di dunia. Hebatnya lagi, Nobita bisa dibilang sangat awet muda, atau malah imortal kali ya. Dari dulu ampe sekarang, masih aja jadi anak SD.

2.    CAPTAIN TSUBASA
Description: C:\Users\USER\Pictures\anime-captain-tsubasa-real-time_407039.jpgIni kartun dulu populer banget. Sampai-sampai saya dan teman- teman hafal theme songnya. Captain Tsubasa menceritakan kisah tentang Tsubasa Ozora yang jago main bola dan membawa SDnya yang awalnya jadi tim underdog, kemudian menjadi juara.
Description: C:\Users\USER\Pictures\DRAGON.jpg
3.    DRAGON BALL
Kartun karangan Akira Toriyama ini bisa dibilang kartun sepanjang masa. dari saya masih bayi (mungkin) sampe saat ini masih suka di puter di televisi. Dragon Ball bercerita tentang  SonGoku & bulma yang berusaha mengumpulkan 7 bola ajaib yang katanya bisa mengabulkan semua keinginan. Bola-bola tersebut dinamakan Dragon Ball.

4.    CRAYON SHIN-CHAN
Description: C:\Users\USER\Pictures\shin_chan_z.gifCrayon Shin-chan (Kureyon Shinchan) adalah serial manga dan anime karya Yoshito Usui. Tokoh utamanya adalah seorang bocah berusia lima tahun, ia murid taman kanak-kanak yang sering membuat ulah, dan membuat repot semua orang di sekitarnya.Humor dalam seri ini berasal dari tingkah laku Shin-chan yang janggal. Misalnya ia sering meledek ibunya bila disuruh merapikan mainannya. Seperti ayahnya, Shin-chan juga suka melihat wanita cantik dan sering merayu mereka.

5.    KOBO-CHANDescription: C:\Users\USER\Pictures\meme-hari-minggu-kobo-chan.jpg
Cerita tentang kehidupan sehari-hari dari satu keluarga si Kobo-Chan yang tinggal di Jepang. Selalu takut dokter gigi dan dokter THT. Gara-gara Kobo-Chan, kita jadi tau gimana kehidupan di Jepang sana.


6.    Description: C:\Users\USER\Pictures\digimon_00418200.jpgDIGIMON
Digimon (Dejimon) yang merupakan singkatan dari Digital Monster (Dejitaru Monsutā) adalah waralaba media dari Jepang untuk anak-anak yang dibuat dalam bentuk anime, manga, permainan video, permainan kartu, mainan, aksesoris barang, dan media lainnya. Diciptakan oleh tokoh misterius yang tidak pernah dikenal publik termasuk perannya dalam penciptaan Digimon yang bernama Akiyoshi Hongo. Digimon dirilis pertama kali oleh perusahaan Bandai pada tanggal 26 Juni 1997.
7.    Description: C:\Users\USER\Pictures\Ninja-Hattori-Image.jpgNINJA HATORI
Serial ini bercerita tentang Kenichi Mitsuba (10 tahun) adalah anak biasa yang pergi ke sekolah dasar untuk belajar. Sementara itu seorang ninja kecil bernama Hattori Kanzo berteman dengan Kenichi. Hattori yang sekarang menjadi bagian dari keluarga Mitsuba bersama dengan saudaranya, Shinzou dan anjing ninjanya, Shishi-Maru. Hattori membantu Kenichi dengan berbagai masalah yang dihadapinya dan terus menjaganya sebagai seorang teman yang baik.

8.    P-MAN
Description: C:\Users\USER\Pictures\p-man.jpgP-Man adalah serial televisi yang becerita tentang seorang super hero bernama Bird-Man yang bertugas menjaga keamanan di alam semesta ini. Untuk menjaga keamanan bumi, Bird-Man menugaskan seorang anak kelas 4 SD yang bernama Mitsuo yang jika menggunakan jubah dan topengnya dapat berubah menjadi P-Man. Namun karena Mitsuo tetap seorang anak yang mempunyai kewajiban untuk sekolah, dll, jika dia harus menjadi P-Man, Bird-Man memberi dia sebuah robot yang dapat menggantikan tugasnya sebagai Mitsuo.
9.    Description: C:\Users\USER\Pictures\Calendar-inuyasha-Wallpaper.jpgINUYASHA
InuYasha (bahasa Jepang: inu "anjing" dan yasha "siluman") merupakan manga dan anime karya Rumiko.
Judul lengkap dari komik InuYasha ini ialah Sengoku o-togi zōshi InuYasha. InuYasha memiliki genre shōnen aksi petualangan romantis komedi dengan unsur horor dan komedi. Menceritakan pertualangan InuYasha dan teman-temannya mencari Shikon No Tama dan usaha InuYasha dan Sesshoumaru mengalahkan Naraku.
10.  Description: C:\Users\USER\Pictures\kenshin_himura_samuraiX-01.jpgSAMURAI X
Rurouni Kenshin (Samurai X) menceritakan tentang seorang samurai legendaris bernama Kenshin Himura atau lebih dikenal dengan panggilan “Battousai Si Pembantai” karena kemampuan membunuhnya yang melegenda. Pada suatu ketika Kenshin memutuskan untuk ‘pensiun’ dari kehidupannya sebagai seorang pembunuh bayaran setelah bertemu dengan Kaouru Kamiya yang kemudian mengajak Kenshinuntuk menetap di sebuah perguruan beladiri. Dari sanalah kemudian Kenshin bertemu dengan para sahabat barunya seperti Sanosuke Sagara dan Megumi.

11.  BEYBLADE
Description: C:\Users\USER\Pictures\beyblade-beyblade_00369236.jpgBeyblade (Beiburēdo) adalah judul sebuah serial anime dan manga buatan Takao Aoki dan Takafumi Adachi yang bercerita tentang sekelompok anak-anak yang bertarung dengan menggunakan gasing-gasing canggih dan memiliki kekuatan-kekuatan tertentu. Tokoh utama serial ini adalah seorang anak kelas VIII bernama Tyson Granger (Kinomiya Takao dalam bahasa Jepang dan Indonesia), dan temannya, Kai Hiwatari, Ray Kon dan Max Tate. Takao dan kelompoknya banyak bertemu dengan teman-teman, musuh ataupun saingan baru dalam perjalanan.

12.  Description: C:\Users\USER\Pictures\let's go.jpgLET’S & GO
Let’s and Go bercerita tentang adik kakak yang gemar sekali bermain tamiya yaitu Retsu dan Go. Retsu memiliki tamiya bernama Sonic dan Go memiliki tamiya bernama Magnum.


13.  Description: C:\Users\USER\Pictures\Mobile.Suit.Gundam.SEED.Destiny.full.1346726.jpgMOBILE SUIT GUNDAM SEED
Mobile Suit Gundam SEED (disingkat menjadi Gundam SEED) atau Kidou Senshi Gundam Shiido adalah salah satu anime Gundam yang bersetting di dalam kurun waktu Cosmic Era. Alur cerita Gundam SEED adalah alur cerita yang sebenarnya cukup sederhana, tapi karena banyak karakter yang terlibat, menjadi cukup rumit untuk diikuti. Cerita dimulai pada tahun Cosmic Era 70, di saat perang antara pihak Bumi (Earth Alliance/OMNI Enforcer) dengan PLANT (ZAFT) memuncak akibat serangan yang dilakukan pasukan Bumi terhadap sebuah PLANT, Junius Seven dengan menggunakan misil berhulu ledak nuklir. Bumi merupakan tempat hidup manusia yang dilahirkan tanpa modifikasi genetika, yang disebut dengan Natural, sementara PLANT merupakan tempat hidup manusia yang dilahirkan dengan modifikasi genetika, yang disebut dengan Coordinator. Sehingga, sebenarnya perang yang disebut sebagai Bloody Valentine War (Chi no Valentine/Perang Valentine Berdarah Pertama) ini adalah perang antara Natural dengan Coordinator.

14.  Description: C:\Users\USER\Pictures\yu_gi_oh_anime_wallpaper_by_yugi_dan_yami-d4ccjma.jpgYU-GI-OH

Yu-Gi-Oh! (
遊☆戯☆王 Yū☆gi☆ō?, Bahasa Indonesia: "Raja Permainan") adalah sebuah manga karya Kazuki Takahashi sejak tahun 1996, yang mengisahkan tentang petualangan seorang anak laki-laki yang jago dalam permainan video.










Makalah Akulturasi Budaya Islam Di Nusantara



KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT , berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyusun makalah dari tugas Sejarah dengan judul “ Proses Interaksi antara Tradisi Lokal dan Islam di Banten yaitu Kebudayaan Debus di Banten “ dapat terselesaikan tepat waktu .
Kami sadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan da kelemahanya , baik dalam isi maupun penulisan . Oleh sebab itu , kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar bias memperbaiki penulisan-penulisan makalah yang akan datang .


Tuban, 09 Mei 2015                                     

                                                                                             Chrisna Adhitya Pamungkas





BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah Islam dan budaya. Islam adalah agama wahyu berintikan tauhid atau keesaan Tuhan yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai utusan-Nya yang terakhir dan berlaku bagi seluruh manusia, di manapun dan kapanpun, yang ajarannya meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Sedangkan budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kedua istilah itu berbeda, tetapi dua kata tersebut saling berkaitan.
Pengaruh kebudayaan Islam di Jawa telah berakulturasi dan berasimilasi menjadi suatu kebudayaan baru dalam kehidupan masyarakat Jawa. Banyak orang yang bingung untuk membedakan antara budaya dan agama, karenanya perpaduan budaya Islam dengan budaya Jawa sangat akrab dikalangan orang Jawa. Dikalangan orang Jawa sering memadukan budaya lokal mereka ke dalam ajaran keIslaman. Dalam hal ini, Ruslan Abdulgani (1983:20) berkomentar bahwa Islam datang ke Indonesia tidak dalam keadaan vakum kultural/peradaban, karena di situ sudah ada kerajaan besar baik kerajaan Hindu maupun kerajaan Budha. Oleh karena itu, wajarlah jika terjadi akulturasi dalam bidang budaya dan sinkretisasi dalam bidang akidah, dan hal-hal tertentu dalam kehidupan masyarakat Jawa. Mengenai budaya apa saja yang sudah diakulturasikan ke dalam ajaran Islam, untuk itu makalah ini akan membahas masalah tersebut secara lebih rinci dan mendalam.







B.       Rumusan Masalah
1.         Apa pengertian akulturasi Islam dan budaya?
2.         Bagaimana akulturasi dalam bidang teologi?
3.         Bagaimana akulturasi dalam bidang tasawuf?
4.         Bagaimana akulturasi dalam bidang kosmologi?

C.    Tujuan
1.    Mengetahui pengertian akulturasi Islam dan budaya.
2.    Memahami akulturasi dalam bidang teologi.
3.    Memahami akulturasi dalam bidang tasawuf.
4.    Memahami akulturasi dalam bidang kosmologi.



BAB II
PEMBAHASAN

1.      Akulturasi Islam dan Budaya Jawa
Akulturasi menurut kamus Antropologi adalah pengembalian atau penerimaan satu atau beberapa unsur kebudayaan yang saling berhubungan atau saling bertemu. Konsep ini terjadi dengan munculnya kebudayaan asing yang dihadapkan pada satu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu sehingga lambat laun kebudayaan asing tersebut diterima oleh suatu kebudayaan satu kelompok tersebut.
Dalam konsep tersebut Islam diposisikan sebagai kebudayaan asing dan masyarakat lokal sebagai penerima kabudayaan asing tersebut. Misalnya masyarakat Jawa yang memiliki tradisi “slametan” yang cukup kuat, ketika Islam datang maka tradisi tersebut tetap berjalan dengan mengambil unsur-unsur Islam terutama dalam doa-doa yang dibaca. Wadah slametannya tetap ada, tetapi isinya mengambil ajaran Islam.
Menurut Koentjaraningrat (1981), terdapat lima hal dalam proses akulturasi:
1.    Keadaan masyarakat penerima, sebelum proses akulturasi mulai berjalan;
2.    Individu-individu yang membawa unsur kebudayaan asing itu;
3.    Saluran-saluran yang dipakai oleh unsur kebudayaan asing untuk masuk ke kebudayaan asing tadi;
4.    Reaksi dari individu yang terkena kebudayaan asing.[1][1]

          Sebelum agama Islam masuk ke Pulau Jawa, raja-raja Jawa sudah biasa melakukan upacara. Salah satu upacara yang dilaksanakan oleh raja-raja Jawa adalah upacara sedekah raja kepada rakyatnya. Upacara raja ini disebut raja wedha atau raja medha. Raja wedha berarti kitab suci raja. Karena raja-raja Jawa beragama Hindu, maka kitab sucinya adalah Wedha. Raja medha berarti hewan kurban raja yang diberikan kepada rakyatnya. Biasanya dilakukan untuk menyambut tahun baru. Pelaksanaannya dipilih hari Selasa Kliwon atau anggara kasih.[2][2]
Dalam upacara tersebut yang terpenting adalah upacara makan bersama, yang biasa dikenal dengan slametan (ngoko) atau wilujengan (krami). Berbagai upacara keagamaan yang dilakukan dengan slametan, oleh orang Jawa dilakukan pada upacara yang terkait dengan hari-hari besar Islam. Hal yang sangat penting adalah berbagai perilaku keramat, seperti puasa (siyam), tirakat, atau mengendalikan diri dan dengan sengaja melakukan atau mencari kesukaran, bertapa (tapabrata), dan bersemedi.
Selain itu, terdapat salah satu temuan studi Muhadjirin Thohir terhadap masyarakat desa Sukodono dan Senenan, Jepara, menunjukkan adanya satu tindakan ritual (Islam dan Tradisi Jawa) yang dikaitkan dengan aktifitas ekonomi seperti yang juga nampak dalam upacara Slametan, yang disebut Rasulan.[3][3]
Untuk memulai usaha baru, masyarakat di sana lebih dulu mencari petung hari, tanggal, dan pasaran secara tepat, menziarahi makam orang tua, wali, dan leluhur desa. Kemudian melakukan selamatan membuka usaha atau selamatan Rasulan.

2.      Akulturasi Dalam Bidang Teologi
Istilah teologi, dalam bahasa Yunani adalah “theologia”. Istilah yang berasal dari gabungan dua kata “theos, Allah” dan “logos, logika”. Arti dasarnya adalah suatu catatan atau wacana tentang, para dewa atau Allah. Bagi beberapa orang Yunani, syair-syair seperti karya Homer dan Hesiod disebut “theologoi”. Syair mereka yang menceritakan tentang para dewa yang dikategorikan oleh para penulis aliran Stoa (Stoic) ke dalam “teologi mistis”. Aliran pemikiran Stois yang didirikan oleh Zeno (kira-kira 335-263 SM.) memiliki pandangan “teologi natural atau rasional”, yang disebut oleh Aristoteles, dengan istilah “filsafat teologi”, sebutan yang merujuk kepada filsafat teologi secara umum atau metafisika.
Teologi adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan berdasarkan iman. Secara sederhana, iman dapat didefinisikan sebagai sikap manusia dihadapan Allah, Yang Mutlak dan Yang Kudus, yang diakui sebagai sumber segala kehidupan di alam semesta ini. Iman itu ada dalam diri seseorang antara lain melalui pendidikan (misalnya oleh orang tua), tetapi dapat juga melalui usaha sendiri, misalnya dengan cermat merenungkan hidupnya di hadapan Sang pemberi hidup itu. Dalam hal ini Allah dimengerti sebagai realitas yang paling mengagumkan dan mendebarkan. Tentulah dalam arti terakhir itu berteologi adalah berfilsafat juga.
Teologi sebagaimana diketahui membahas ajaran-ajaran dasar dari suatu agama. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat, yang tidak dapat diombang-ambing oleh peredaran zaman. Teologi Islam yang diajarkan di Indonesia pada umumnya adalah teologi dalam bentuk ilmu tauhid.
Masalah teologi dalam tradisi Islam memang mempunyai sejarah yang cukup panjang. Setelah rasulullah saw wafat terjadi berbagai perselisihan umat mengenai siapa yang berhak menjadi pengganti/khalifah. Isu paling hebat terjadi pada masa Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib di mana pada saat itu muncul berbagai paham teologi yang timbul akibat pergolakan politik. Pada saat itu muncul paham Qadariah dan Jabariah, juga aliran Khawarij. Setelah masa Ali masalah teologi semakin ramai dipersoalkan, maka kembali muncullah berbagai paham teologi, seperti aliran Murji’ah, Syiah, dan Mu’tazilah. Selain faktor politis yang menyebabkan munculnya perbedaan pada paham teologi, ada lagi faktor pertemuan antara ajaran Islam dengan kebudayaan lain. Faktor lainnya, yaitu berkaitan dengan pemahaman ayat Al-Qur’an.
Walaupun muncul berbagai aliran dalam bidang teologi, namun aliran-aliran di atas tetap meyakini konsep monoteisme, yaitu ajaran agama yang mempercayai adanya satu Tuhan; kepercayaan kepada satu Tuhan. Aliran-aliran yang ada walaupun saling bertentangan dalam berbagai hal namun mereka tetap mempercayai bahwa hanya ada satu Tuhan Yang Maha Esa, satu Tuhan Yang Disembah.
Teologi masyarakat Jawa pada zaman Hindu Budha adalah politeis, atau percaya pada banyak dewa, kemudian Islam datang dengan paham monoteis, yaitu hanya menyembah kepada satu Tuhan. Akulturasi dari keduanya adalah konsep mistik Dewaruci, yang mempunyai dua aliran. Pertama, pandangan mengenai Tuhan yang bersifat pantheistis, yang menganggap Tuhan sebagai yang terbesar, tak terbatas, dan sebagai seluruh alam semesta ini, tetapi yang sebaliknya Tuhan dapat berbentuk kecil sekali sehingga dapat dimiliki setiap manusia. Kedua, pandangan monistis, yang menganggap Tuhan sebagai Maha Besar, tetapi berada di dalam segala bentuk kehidupan di alam semesta ini, termasuk manusia, yang merupakan makhluk yang sangat kecil saja di antara segala hal yang ada.
Teologi Islam Jawa pun mengalami harmonisasi dengan sufisme. Hal ini dapat kita lihat dari idiom-idiom Islam Jawa yang antara lain, “Pangeran iku ana neng endi papan, ana ing siro ugo ono Pangeran, nanging aja siro ngaku Pangeran”. Artinya, “Tuhan ada dimana-mana, juga ada dalam dirimu, tetapi janganlah engkau mengaku menjadi Tuhan”. Statemen ini menunjukkan unsur-unsur teologi Sunni yang bercampur dengan sufisme praksis (tasawuf ‘amali) Sunni. Jika ditelusuri lebih jauh, idiom-idiom ini banyak dipengaruhi oleh sufisme al-Ghazali yang berkolaborasi dengan tasawuf Sunni.
Yang lebih menarik dicermati, nalar teologis Islam Jawa ternyata sangat pluralistik dan inklusif. Idiom-idiom teologi Jawa mengatakan, “Pangeran iku siji, ana ing ngendi papan, langgeng, sing ngandadeake jagad iki sak isine, dadi sesembahane wong sealam kabeh nganggo carane dewe-dewe”. Artinya, “Tuhan itu Satu, ada di mana-mana, abadi, pencipta alam semesta, dan yang disembah oleh seluruh penghuni alam semesta dengan cara yang berbeda-beda”. Umat Islam, Kristiani, dan Yahudi sejatinya menyembah Tuhan yang sama, yaitu Allah, meskipun caranya beragam. Dalam konteks masa kini, spirit pluralistik dan inklusif ini seyogyanya dilestarikan untuk membina kedamaian dan toleransi di Indonesia yang belakangan diwarnai oleh tindakan-tindakan intoleran dari kalangan Islam radikal. Nalar teologi Islam Jawa juga mengajarkan egalitarianisme melalui idiom “Pangeran iku ora mbedak-mbedakke kawulo-Ne” (Tuhan itu tidak membeda-bedakan hamba-Nya). Spirit egalitarianisme ini harus ditegakkan kembali di tengah-tengah maraknya diskriminasi terhadap perempuan dan ketidakadilan hukum yang selalu merugikan orang-orang lemah.
Nalar teologis Islam Jawa sering dituding menganut paradigma predestinasi (Jabariyyah) yang mengajarkan kepasrahan total dan mutlak kepada Tuhan, sehingga bangsa ini mudah dijajah oleh para imperialis Barat. Etos kerja bangsa kita juga rendah karena dicekoki oleh idiom nerimo ing pandum (menerima apa adanya) tanpa mau berusaha memaksimalkan potensi anak bangsa. Akibatnya, bangsa kita mudah terjajah oleh kapitalisme Barat dan menjadi negera dengan budaya konsumerisme yang akut. Teologi predestinasi Islam Jawa ini harus diluruskan dengan teologi yang mendorong etos kerja yang terdapat dalam idiom Jawa “Pasrah marang pangeran iku ora ateges ora gelem nyambut gawe, nanging percoyo yen Pangeran iku Maha Kuoso”. Artinya, “Pasrah kepada Tuhan bukan berarti tidak mau bekerja, tetapi percaya bahwa Tuhan Maha Kuasa menolong hamba-Nya”. Namun bermodalkan etos kerja saja tidak mencukupi, sebab pemerintah kita tidak menyediakan lahan pekerjaan yang luas dan kelayakan gaji, sehingga tidak aneh jika banyak anak negeri yang memilih menjadi TKI meskipun berisiko tinggi, seperti penganiayaan yang dialami oleh Sumiati.
Nalar teologis Islam Jawa yang diusung oleh para leluhur memperingatkan kita akan pentingnya mencari rezeki yang halal. Idiom teologi ekonomi Jawa menyatakan, “Bandha kang resik iku kang nyambut gawe, saka pametu kang ora ngrusakake liyan” (harta yang bersih itu diperoleh dari kerja keras dan dari sumber yang tidak merusak orang lain). Dengan demikian, korupsi merupakan kejahatan yang keji yang harus diperangi secara nyata oleh penegak hukum dan tidak cukup hanya melalui retorika belaka dalam politik pecintraan ala SBY. Kasus Century dan mafia pajak yang melibatkan Gayus sebagai aktornya memperlihatkan betapa mahalnya kejujuran dalam mengemban amanat di negeri ini. Kita seharusnya malu dengan leluhur bangsa yang senantiasa menganjurkan mencari “bondho resik”.
Islam bukanlah produk budaya, tetapi ajaran Islam mampu mewarnai berbagai aspek kebudayaan. Dalam implementasi ajarannya, Islam memerlukan media untuk mentransformasikan nilai-nilai universalnya ke dalam tataran praksis kehidupan. Dari sinilah muncul keragaman budaya Islam, yang disebabkan adanya perbedaan penafsiran dan pembumian ajaran Islam. Maka ajaran Islam sesungguhnya merupakan hasil perpaduan antara ajaran Islam yang dipahami masyarakat dengan kebudayaannya, atau penerjemahan universalitas ajaran Islam ke dalam lokalitas kebudayaan.
3.      Akulturasi Dalam Bidang Tasawuf
Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam. .
Pola berpikir sufistik membawa kepada paham ruh aktif, yang menyimpang dari ajaran Islam yang menganut paham ruh pasif. Bahwa ruh orang yang telah meninggal tidak dapat beramal lagi. Menurut Al-Ghazali, dengan jalan tasawuf para sufi bisa langsung membaca suratan nasib di lauh mahfuzh. Dengan demikian, tanpa belajar mereka bisa menguasai segala ilmu yang tertulis di lauh mahfuzh. Bahkan para sufi bisa mengetahui apa yang akan terjadi dikemudian hari, yakni lantaran ngerti sedurungwinarah.  
Dari fakta sejarah kemunduran alam pikiran Islam ternyata mulai terjadi sejak abad ke-13 M hingga abad ke-20 M. Kerena itu, munculnya teori semacam yang diketangahan oleh Abdul Hakim Hasan merupakan hal yang cukup menarik.
Segolongan pengkaji tasawuf berpendapat bahwa berkembangnya ajaran tasawuf itu berkaitan erat dengan sejarah kemunduran suatu masyarakat.  Tasawuf memang fenomena umum dalam kehidupan setiap masyarakat, yang timbul dari fitrah kehidupan masyarakat sebagai masyarakat bukan sebagai individu. Maka umat ini menurut tabiatnya berpaling untuk merenungkan penyempurnaan ruhani dan makrifat, yakni ada kemerosotan dan kemunduran dalam kehidupan keduniaan mereka.
Demikian pula, ketika kekuasaan raja-raja Jawa di runtuhkan oleh pemerintah kolonial Belanda, kompensasi bagi kebudayaan Jawa adalah coraknya yang makin bersifat mistik. Dengan demikian, mistisme menjadi nilai paling berharga bagi masyarakat Jawa zaman penjajahan.
Hidup orang Jawa yang menekankan ketentraman batin, keselarasan dan keseimbangan, sikap nrima terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat dan masyarakat dibawah semesta alam. Konsep hidup nrima ing pandum (ora ngoyo), selanjutnya mengisyaratkan bahwa orang Jawa hidup tidak terlalu berambisi.Usaha dalam upaya perubahan adalah sebuah improvisasi atas kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Orang Jawa pra Islam mewujudkan hal tersebut dalam bentuk tapa, puasa, maupun sekedar menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik. Hal ini bisa menggambarkan bahwa orang Jawa memahami dan menerapkan konsep hidup jangan ngoyo. Ngoyo artinya memaksakan diri untuk mendapatkan sesuatu yang bersifat materialistik atau menahan hawa nafsu. Hal tersebut dipercaya bahwa melakukannya dapat menyucikan dan menenangkan  jiwa, serta bisa mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

4.      Akulturasi Dalam Bidang Kosmologi
Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan kosmogoni .  Dalam akulturasi mengenai kosmologi atau hal penciptaan alam dan peenciptaan manusia, atau kosmogoni dan kosmologi  Jawa, keduanya percaya bahwa alam semesta dan manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam islam Tuhan menciptakan alam semesta dalam waktu tujuh hari, Tuhan menciptakan Adam sebagai makhluk pertama, dan sebelum menciptakan alam. Sedangkan dalam kepercayaan Jawa pra Islam yang dipengaruhi oleh ajaran Hindu Budha percaya bahwa Brahma yang menciptakan bumi dan Wisnu yang menciptakan manusia. Ritual dalam hal kosmik orang  Jawa, misalnya adalah slametan, sekaten, bersih desa, dan sebagainya dengan berbagai atribut, bentuk, dimensi dan maknanya, selalu diupayakan bagi kesinambungan dan harmonisasi kosmik ini.
Hubungan akulturasi kosmologi antara Islam dan Jawa salah satunya dalam kosmologi Islam ,hubungan jiwa, badan dan Allah sering dijelaskan dengan merujuk pada simbolisme Ka’bah dan ritus-ritus ibadah haji. Ka’bah juga menjadi titik yang sangat menonjol dalam kosmologi Islam yang mempresentasikan bumi dari singgasana Allah. Di Jawa penyamaan Ka’bah dengan hati secara harfiah sudah ada. Serat Wirid, teks Surakarta abad ke-19 menyatakan bahwa Ka’bah masing-masing terletak di kepala, dada, dan kemaluan. Budi, suksmo, nepsu, rasa dan esensi Illahi terletak di kepala dan dada, sementara rasa, esensi Illahi , dan kekuatan kreatif terletak di kemaluan (Hadiwijono dalam Woodward,1999:279). Salah satu contoh mudah kita temukan dalam hal astronomi adalah orang Jawa memiliki kecakapan hidup seperti memanfaatkan rasi bintang sebagai patokan permulaan masa tanam atau bertani. Dalam ilmu astronomi Islam posisi bintang atau Rasi digunakan untuk penanggalan dan sebagainya. Tampak dari situ terdapat hubungan meskipun hanya sedikit.  Setelah kedatangan Islam akulturasi antar budaya atau pun ilmu pada bidang kosmologi terjadi bersamaan dengan peralihan kepercayaan dari Jawa pra Islam ke Jawa Islam.



BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
1.      Akulturasi menurut kamus Antropologi adalah pengembalian atau penerimaan satu atau beberapa unsur kebudayaan yang saling berhubungan atau saling bertemu.  Dalam konsep tersebut Islam diposisikan sebagai kebudayaan asing dan masyarakat lokal sebagai penerima kabudayaan asing tersebut.
2.      Teologi adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan berdasarkan iman. Akulturasi teologis Islam Jawa yang diusung oleh para leluhur memperingatkan kita akan pentingnya mencari rezeki yang halal.
3.      Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Konsep tasawuf dalam Islam dan Jawa adalah tekun beribadah, memutuskan hubungan dari selain Tuhan, menjauhi kemewahan dan kegemerlapan duniawi, meninggalkan kelezatan harta dan tahta yang sering dikejar kebanyakan manusia dan mengasingkan diri dari manusia untuk beribadah.
4.      Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Setelah kedatangan Islam akulturasi antar budaya atau pun ilmu pada bidang kosmologi terjadi bersamaan dengan peralihan kepercayaan dari Jawa pra Islam ke Jawa Islam.







DAFTAR PUSTAKA


Sudarto, Ed. Darori Amin. 2002. “Interelasi Nilai Jawa dalam Pewayangan” dalam Islam dan Kebudayaan Jawa.Yogyakarta: Gama Media.
Woodward, Mark R. 1999. Islam Jawa. Yogyakarta : LKiS.
Yusuf, Mundzirin dkk. 2005. Islam dan Budaya Lokal. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Suka

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya (18 Desember 2013, pukul 23.00)
http://id.wikipedia.org/wiki/Kosmologi (19 Desember 2013, pukul 10.00)